Perilaku jujur adalah perilaku yang teramat
mulia. Namun di zaman sekarang ini, perilaku ini amat sulit kita temukan. Lihat
saja bagaimana kita jumpai di kantoran, di pasaran, di berbagai lingkungan
kerja, perilaku jujur ini hampir saja usang. Lihatlah di negeri ini pengurusan
birokrasi yang seringkali dipersulit dengan kedustaan sana-sini, yang
ujung-ujungnya bisa mudah jika ada uang pelicin. Lihat pula bagaimana di
pasaran, para pedagang banyak bersumpah untuk melariskan barang dagangannya
dengan promosi yang penuh kebohongan. Pentingnya berlaku jujur, itulah yang akan
penulis utarakan dalam tulisan sederhana ini.
Jujur berarti berkata yang benar yang bersesuaian
antara lisan dan apa yang ada dalam hati. Jujur juga secara bahasa dapat berarti
perkataan yang sesuai dengan realita dan hakikat sebenarnya. Kebalikan jujur
itulah yang disebut dusta.
Perintah untuk Berlaku Jujur
Dalam beberapa ayat, Allah Ta’ala telah
memerintahkan untuk berlaku jujur. Di antaranya pada firman Allah Ta’ala,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada
Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah:
119).