Faham persamaan gender yang dihembuskan para penganut faham feminisme serta musuh-musuh Islam (terutama Yahudi), telah berhasil meracuni pemikiran banyak kalangan, termasuk kaum muslimah. Padahal model persamaan yang mereka maksud dengan istilah emansipasi, sangat bertentangan dengan syari'at Islam. Secara trah, Allah memang telah melebihkan derajat kaum lelaki atas kaum wanita karena berbagai sebab dan faktor. Dalam hal sik serta sisi-sisi tertentu (seperti dalam masalah kepemimpinan), wanita memang berada di bawah kaum laki- laki. Namun, hal ini bukanlah merupakan kezhaliman atau diskriminasi atas kaum wanita. Maha Suci Allah dari hal tersebut. Justru dengan syari'atNya, Allah telah mengangkat harkat dan derajat kaum wanita sesuai dengan trah yang telah ditetapkanNya atas wanita. Hal ini tidak tersembunyi sedikitpun bagi mereka yang betul-betul memahami kandungan syari'at Islam yang sempurna ini dengan pemahaman yang benar dan lurus. Kelemahan Akal Dan Agama Pada Wanita, Antara Makna Dan Hikmahnya Pada sisi tertentu, kaum wanita memang memiliki kelemahan-kelemahan sesuai dengan trah yang telah ditetapkan Sang Pembuat Syari'at Yang Maha Bijaksana. Dalam hal sik, pengendalian emosi, daya pikir, serta kemampuan untuk memimpin, Allah telah melebihkan kaum lelaki atas kaum wanita. Oleh karena itu, tidak pernah tercatat dalam sejarah, Allah mengangkat seorang wanita menjadi nabi atau rasul. Allah juga telah menjelaskan, bahwa salah satu karakter seorang wanita. yaitu lemah dalam berargumentasi disamping kecenderungan gemar berhias dan bersolek. Allah ber rman. " Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran ? " (QS Az Zukhruf: 18)