Al
Imam an-Nawawi di dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" telah menulis
satu bab, yaitu "Keutamaan Fakir". Ada sebagian peneliti kitab ini
yang menggarisbawahi bab tersebut, yakni berkaitan dengan ucapan imam an-Nawawi
tentang keutamaan fakir. Dia berkata, "Bagaimana seorang fakir memiliki
keutamaan sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah berlindung kepada
Allah dari kefakiran?"
Jika
diteliti, ucapan Imam an-Nawawi tersebut ternyata lebih mendalam maknanya
daripada ucapan si peneliti. Imam an-Nawawi juga mengetahui bahwa Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam berlindung dari kefakiran. Hanya saja apa yang
beliau ucapkan adalah untuk menekankan dan mengingatkan pembaca tentang sesuatu
yang mungkin tidak diketahui, yaitu besarnya pahala ujian kefakiran ini, yang
disyariatkan untuk berlindung darinya. Beliau menyampaikan adab seorang fakir
yang terdiri dari dua hal: